Iklan 3360 x 280
iklan tautan
"Benarkah dia jodoh yang tepat bagi ku?
Bagaimana jika nanti sikap dia berubah setelah dia menikah?"
Perasaan itu seringkali muncul di benak para Muslimah ketika diharuskan untuk memilih calon suami. Terlebih lagi bagi Muslimah yang memutuskan untuk mendapatkan suami melalui proses taaruf yang tidak melalui pacaran. Boleh jadi calon suami tersebut benar-benar orang lain yang tidak dikenalnya. Lalu bagaimana agar kita yakin dengan calon suami yang akan kita pilih?
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.
Setarakan Allah Sejak Awal
Kadangkala kita berdoa dan memohon pertolongan Alloh di saat sudah terjepit. Kita lupa untuk menyertakan Alloh sedari awal proses kebaikan yang sedang kita lakukan. Kita merasa bahwa kecerdasan kita akan mampu mengatasi segala hambatan dan memutuskan keputusan yang terbaik.
Sahabat Muslimah, sesungguhnya jubah kesombongan hanyalah milik Alloh dan manusia dilarang untuk memakainya. Baginda Rasulullah SAW bersabda,
"ALLAH SWT berfirman : Kebesaran adalah pakaian-Ku dan kesombongan adalah jubah-Ku . Siapa saja yang merampas semua itu dari diri-Ku, Aku pasti akan mengazab dirinya.
Oleh karena itu, hanya dengan bertawakal kepada Alloh lah maka kita bisa melepaskan jubah kesombongan yang sering kali kita pakai. Menyertakan Alloh sejak awal adalah sebuah bentuk berserah diri kita dan pengakuan bahwa Alloh Azza wa Jalla lah pemilik dunia dan akhirat beserta seluruh isinya.
Pilihan Alloh adalah yang terbaik
Setelah kita meyakini bahwa hanya Alloh yang mampu menjamin masa depan kita, maka langkah selanjutnya adalah meminta Alloh untuk memberikan keputusannya. Sesungguhnya Alloh tidak memiliki sifat zalim sehingga setiap takdir Alloh adalah kebaikan. Allah Ta’ala berfirman,
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
(QS. Al-Baqarah: 216)
Artinya: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahuinya"
Islam mengajarkan kepada kita untuk melakukan shalat istikharah dalam pengambilan keputusan apapun, terlebih lagi keputusan penting sekelas memilih calon suami. Dalil shalat istikharah
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an. Kemudian beliau bersabda, “
Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu, lalu hendaklah ia berdo’a
Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih
(HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).
Sungguh indah arti dari potongan doa shalat istikharah,
Jadikan shalat istikharah sebagai pegangan kita dalam memilih calon suami. Apabila kita bertekad untuk mengikuti apa yang Alloh perintahkan, niscaya kemudahan sebagai ganjarannya.
Sebarkan jika bermanfaat!
Sumber : muslimahidaman
ingin tau TATA CARA SHALAT ISTIKHARAH??
KLIK : TATA CARA SHALAT ISTIKHARAH
